Nama :
Yeti Nur Ersita
NIM : 41032151111015
Prodi :
Matematika
Semester
: 2
Mengapa Saya Masih Perlu Belajar Bahasa Indonesia?
Dalam tulisan Saya kali ini, dimana ini
merupakan tulisan yang pertama dalam Blog Saya. Tulisan ini di buat agar kita
sebagai warga Negara Indonesia dapat memahami betapa pentingnya bisa menghargai
dan menggunakan bahasa kita sendiri yaitu Bahasa Indonesia.
Di dalam keseharian sebagai warga Negara Indonesia
semua mencantumkan bahasa resmi yaitu Bahasa Indonesia baik dalam masyarakat
atau kehidupan sehari-hari. Bahkan sejak zaman dahulu, zaman para nenek moyang hingga sampai saat ini, Bahasa Indonesia resmi
menjadi bahasa sehari-hari. Menjadi kesatuan Negara, menjadi tombak untuk
mencapai kedaulatan yang adil dan makmur, bahkan Bahasa Indonesia sudah di
cantumkan dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928 yang berbunyi “Kami Putra Putri
Indonesia menjunjung Bahasa Persatua, Bahasa Indonesia”.
Bahasa Indonesia itu seperti api yang
berkobar –kobar untuk tetap menyemangatkan para warga Negara Indonesia agar,
Bahasa Indonesia itu tidak terhapus dan tidak bercampur baur dengan Bahasa
Asing lainnya.
Kita sebagai warga negara Indonesia pasti sadar diri, betapa banyaknya ragam bahasa di Indonesia. Lain daerah lain bahasa, orang Sumatera memiliki bahasa sendiri, orang Jawa pun memiliki bahasa sendiri. Dan ragam bahasa itu menjadi kebanggaan kita sebagai warga Negara Indonesia.
Saya menyadari betapa buruknya Bahasa Indonesia saya, baik itu lisan maupun tulisan. Alasannya kenapa, karena pengaruh ragam bahasa dan budaya itu sendiri. Saya lahir di Jawa Tengah, secara otomatis saya harus bisa Bahasa Jawa. Belum lagi saya sekarang tinggal di Jawa Barat, yang mana menggunakan Bahasa Sunda. Jadi saya harus bisa menguasai 3 bahasa, 2 bahasa daerah (Jawa dan Sunda) dan 1 bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia.
Sebagai warga Negara Indonesia saya harus cinta pada tanah air, cinta kebudayaan, cinta pada bahasanya yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak hanya warga Negara Indonesia saja yang harus bisa berbicara Bahasa Indonesia. Bahkan orang luar negeri pun sangat ingin dan senang bisa belajar Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia harus dijaga dan dilestarikan agar tetap terjaga dengan baik di Negara sendiri.
Kita sebagai warga negara Indonesia pasti sadar diri, betapa banyaknya ragam bahasa di Indonesia. Lain daerah lain bahasa, orang Sumatera memiliki bahasa sendiri, orang Jawa pun memiliki bahasa sendiri. Dan ragam bahasa itu menjadi kebanggaan kita sebagai warga Negara Indonesia.
Saya menyadari betapa buruknya Bahasa Indonesia saya, baik itu lisan maupun tulisan. Alasannya kenapa, karena pengaruh ragam bahasa dan budaya itu sendiri. Saya lahir di Jawa Tengah, secara otomatis saya harus bisa Bahasa Jawa. Belum lagi saya sekarang tinggal di Jawa Barat, yang mana menggunakan Bahasa Sunda. Jadi saya harus bisa menguasai 3 bahasa, 2 bahasa daerah (Jawa dan Sunda) dan 1 bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia.
Sebagai warga Negara Indonesia saya harus cinta pada tanah air, cinta kebudayaan, cinta pada bahasanya yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak hanya warga Negara Indonesia saja yang harus bisa berbicara Bahasa Indonesia. Bahkan orang luar negeri pun sangat ingin dan senang bisa belajar Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia harus dijaga dan dilestarikan agar tetap terjaga dengan baik di Negara sendiri.
Lagi
pula Bahasa Indonesia itu sangat penting, selain digunakan untuk alat
komunikasi antar warga Negara Indonesia, di sisi lain juga digunakan para
mahasiswa untuk mempersiapkan Skripsi. Setiap mahasiswa harus bisa membawakan
tulisan mereka itu dengan baik dan benar agar dapar dimengerti oleh setiap
orang yang membacanya. Format tulisannya pun harus dalam bentuk ejaan EYD tidak
menggandung kalimat negative atau biasa disebut rancu, tidak baku. Karena biasanya
dalam penulisan sering menggunakan bahasa pergaulan sehari-hari yang sudah
bercampur dengan bahas asing dan bahasa anak muda sekarang.
Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan
benar juga tak hanya dengan penulisan saja, lisan pun harus tetap dipelihara,
dibina dengan baik agar setiap ucapan yang kita sampaikan tidak salah
dimengerti orang lain.
Contohnya: dalam mempresentasikan suatu karya
ilmiah, skripsi, rapat perusahaan untuk mempresentasikan produk iklan yang akan
di launcing dsb.
Jangan sampai keadaan zaman dan lingkungan
yang dengan cepat berkembang Bahasa Indonesia terabaikan. Sedangkan orang-orang
giat belajar bahasa asing, agar bisa keluar negeri. Semangat kursus bahasa
asing, sedangkan bahasa sendiri dilupakan. Hal itu jangan sampai terjadi.
Sumber: