Minggu, 06 Mei 2012

Tugas Individual (Guru yang Baik dan Guru yang Hebat)



Yeti Nur Ersita
41032151111015
Pendidikan Matematika / 2


GURU YANG BAIK DAN GURU YANG HEBAT: Apakah bedanya?

Pertanyaan yang tertuang dalam judul di atas antara lain  dapat dijawab dengan memanfaatkan pandangan Mendikbud RI, Muh. Nuh yang disitir oleh Boy Yendra Tamin (dalam http:// boyyendratamin.blogspot.com/2011/11/pendidik-profesional- antara-harapan-dan.html). Menurut Nuh, “Guru yang baik akan menjelaskan sesuatu kepada muridnya sehingga paham, tetapi guru yang hebat adalah guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga mampu berbuat sesuatu yang baik dengan kemampuannya sendiri“.
---
TUGAS INDIVIDUAL (untuk peserta perkuliahan Pembelajaran Menulis)

Pahamilah pernyataan Mendikbud itu, kemudian bacalah kelanjutan uraiannya dalam situs yang ditunjuk. Walau wacana itu sudah agak lama, sangat mungkin Anda belum sempat membacanya sampai tuntas, bukan? Usai membacanya,  jawablah soal berikut berdasarkan pemahaman Anda terhadap isi wacana tersebut.

Selamat membaca, setelah itu berbagilah.
SOAL
1. Identifikasilah:
a)    ciri-ciri guru yang baik
a.  Ucapan dan Intonasinya Jelas dan Mudah Dipahami. Siswa langsung menyerap makna dari ucapan guru tanpa harus berpikir lama dan berputar-putar. Ucapan guru tersistem, mantap, dan berterima dengan kejiwaan siswa.
b. Bobot Keilmuannya Sangat Dalam dan Luas. Sehari-hari, guru yang baik mengikuti perkembangan zaman untuk memupuk keluasan keilmuannya. Tren zaman dapat cepat dimaknai oleh guru lalu diolah dengan bahasa guru untuk disajikan ke siswanya.
  Kaya Metode dan Media. Guru yang baik teramat paham jika siswa itu mudah jenuh, dinamis, dan kreatif. Menurutnya, mengajar harus menyenangkan, dinamis, dan kreatif. Jalan yang harus ditempuh adalah menerapkan pembelajaran dengan multimetode dan multimedia yang sesuai dengan keinginan siswa.
 Pengetahuan tentang Kurikulum. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
e. Punya Tujuan Jelas untuk Pelajaran. Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
f. Punya Harapan yang Tinggi pada Siswanya. Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
g. Selalu Punya Energi untuk Siswanya. Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.

b)   ciri-ciri guru yang hebat
a. Punya Keterampilan Mendisiplinkan yang Efektif. Seorang guru yang hebat memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
b. Punya Keterampilan Manajemen Kelas yang Baik. Seorang guru yang hebat memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
c. Punya Hubungan yang Berkualitas dengan Siswa. Seorang guru yang hebat mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
d. Selalu Memberikan yang Terbaik  untuk Anak-Anak dan Proses Pengajaran. Seorang guru yang hebat bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
e. Orangnya Lugas dan Sederhana. Karena yang dihadapi adalah siswa bukan orang dewasa, guru hebat selalu menyampaikan keilmuannya dengan lugas dan mudah diterima siswanya.
f. Bersahabat dan Peduli. Guru biasa selalu mengambil jarak dengan siswa karena menurutnya wibawa guru akan terbangun. Namun, tidak untuk guru hebat. Guru hebat bersahabat dengan siswanya sehingga terbangun kedekatan yang akan mempermudah berkomunikasi. Wibawa justru dibangun dari persahabatan antara siswa dengan guru.
g. Bisa   Berkomunikasi dengan Baik Orang Tua. Seorang guru yang hebat menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya.

2. Jika diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi "guru yang baik" ataukah ingin menjadi "guru yang hebat"? Mengapa demikian? Tulislah minimal tiga alasan yang mendasari pilihan Anda itu.
Jika diwajibkan memilih, saya akan memilih menjadi “guru yang hebat”.
Alasannya:
a.   Guru yang hebat adalah guru yang kreatif, inovatif, inspiratif yang dapat mengelola kelas menjadi ruang yang nyaman bagi siswa untuk mengungkapkan kreasi dan ekspresi.
b. Guru yang hebat juga dapat menciptakan siswa yang berkepribadian mulia, berpikir kreatif dan berimajinasi luas, cemerlang yang siap menghadapi masa depan. Guru hebat dan siswa cemerlang adalah syarat untuk mejadikan sekolah anda menjadi sekolah super.
c. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “hebat” dapat diartikan: terlampau amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, dsb). Jadi yang dimaksud kata “hebat” di sini dapat diartikan: ampuh, sangat tinggi mutunya, terampil, memberi pengaruh besar. Dengan kata ini, yang dimaksud guru hebat adalah guru yang memiliki kapasitas melaksanakan semua ciri-ciri pribadi seperti yang didefinisikan itu sehingga mampu memberi dampak sepanjang hidup pada kehidupan para siswanya.

3. Bagaimanakah profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini? Jelaskanlah menurut sudut pandang Anda masing-masing.
Profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi, yaitu:
a.    Guru yang dapat membagi waktu dengan baik. Dapat membagi waktu antara tugas utama sebagai guru dan tugas dalam keluarga, serta dalam masyarakat. Kuncinya disiplin dengan waktu, itu sudah diperingatkan sejak ratusan tahun yang lalu dikatakan bahwa ”Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr: 1-3).
b.   Guru yang rajin membaca. Membaca tidak terikat waktu, ruang dan tempat. Tidak terikat waktu karena membaca dapat dilakukan kapan saja, bergantung keinginan dan waktu luang. Tidak terikat ruang karena membaca dapat dilakukan di ruang apapun, tidak perlu ruang khusus sepanjang tidak terganggu atau mengganggu pihak lain. Tidak terikat tempat karena membaca dapat dilakukan di tempat umum.
Kecanggihan teknologi hendaknya dapat dimanfaatkan maksimal oleh guru, salahsatunya adalah internet. Guru dapat memanfaatkan internet untuk mengetahui informasi dengan membaca melalui komputer baik destop maupun laptop. Apa bila pasilitas itu masih terlalu ribet untuk digunakan, maka dengan HP yang mempunyai pasilitas GPRS bisa juga dimanfaatkan. Dengan cara ini lebih praktis, kita bisa membaca apa saja yang kita perlukan, berbagai situs internet menyediakan layanan yang sifatnya ilmu pengetahuan baik keilmuan formal maupun non formal.
c.   Guru yang banyak menulis. Menulis juga tidak terikat ruang, waktu dan tempat. Karya tulis akan dibaca oleh banyak orang dan dapat juga dimanfaatkan oleh orang lain sebagai sumber bacaan. Dengan seperti itu guru akan senantiasa melakukan inovasi terhadap dunia pendidikan yang selalu bergerak dinamis. Apa bila tidak bisa mengimbanginya tentu perkembangan jaman akan melindas dengan kejamnya.
d.      guru yang gemar melakukan penelitian. Cikal penelitian adalah adanya masalah. Seorang peneliti tidak akan percaya masalah dapat diselesaikan tanpa penelitian. Seorang guru akan selalu gelisah dengan prestasi dan proses belajar peserta didiknya sehingga guru akan terus memiliki budaya meneliti.

4. Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu?
    Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya.
Manfaat yang saya peroleh setelah membaca wacana tersebut, yaitu:
a.    Mengetahui Undang-Undang dan fungsi perundang-undangan yang menaungi seorang guru dan dosen
b.    Mengetahui kewajiban yang dimiliki oleh guru dan dosen
c.    Mengetahui syarat-syarat menjadi pendidik yang profesional