Yeti Nur
Ersita
41032151111015
Pendidikan
Matematika / 2
GURU YANG
BAIK DAN GURU YANG HEBAT: Apakah bedanya?
Pertanyaan yang tertuang dalam judul
di atas antara lain dapat dijawab dengan memanfaatkan pandangan Mendikbud
RI, Muh. Nuh yang disitir oleh Boy Yendra Tamin (dalam http://
boyyendratamin.blogspot.com/2011/11/pendidik-profesional-
antara-harapan-dan.html). Menurut Nuh, “Guru yang baik akan menjelaskan sesuatu
kepada muridnya sehingga paham, tetapi guru yang hebat adalah guru yang mampu
menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga mampu berbuat sesuatu yang baik
dengan kemampuannya sendiri“.
---
---
TUGAS INDIVIDUAL (untuk
peserta perkuliahan Pembelajaran Menulis)
Pahamilah pernyataan Mendikbud itu, kemudian bacalah kelanjutan uraiannya dalam situs yang ditunjuk. Walau wacana itu sudah agak lama, sangat mungkin Anda belum sempat membacanya sampai tuntas, bukan? Usai membacanya, jawablah soal berikut berdasarkan pemahaman Anda terhadap isi wacana tersebut.
Selamat membaca, setelah itu berbagilah.
SOAL
1. Identifikasilah:
1. Identifikasilah:
a) ciri-ciri guru yang baik
a. Ucapan
dan Intonasinya Jelas dan Mudah Dipahami. Siswa langsung
menyerap makna dari ucapan guru tanpa harus berpikir lama dan berputar-putar.
Ucapan guru tersistem, mantap, dan berterima dengan kejiwaan siswa.
b. Bobot
Keilmuannya Sangat Dalam dan Luas. Sehari-hari, guru yang
baik mengikuti perkembangan zaman untuk memupuk keluasan keilmuannya. Tren
zaman dapat cepat dimaknai oleh guru lalu diolah dengan bahasa guru untuk
disajikan ke siswanya.
c· Kaya
Metode dan Media. Guru yang baik teramat paham jika siswa itu mudah jenuh,
dinamis, dan kreatif. Menurutnya, mengajar harus menyenangkan, dinamis, dan
kreatif. Jalan yang harus ditempuh adalah menerapkan pembelajaran dengan
multimetode dan multimedia yang sesuai dengan keinginan siswa.
d· Pengetahuan tentang Kurikulum.
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah
dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan
pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
e. Punya Tujuan Jelas untuk
Pelajaran. Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas
untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap
kelas.
f. Punya Harapan yang Tinggi pada
Siswanya. Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi
dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan
potensi terbaik mereka.
g. Selalu Punya Energi untuk Siswanya.
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau
diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan
seksama.
b) ciri-ciri guru yang hebat
a. Punya Keterampilan Mendisiplinkan
yang Efektif. Seorang guru yang hebat memiliki keterampilan
disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku
positif di dalam kelas.
b. Punya Keterampilan Manajemen
Kelas yang Baik. Seorang guru yang hebat memiliki keterampilan
manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat
siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan
rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
c. Punya Hubungan yang Berkualitas
dengan Siswa. Seorang guru yang hebat mengembangkan hubungan
yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan
yang dapat dipercaya.
d. Selalu Memberikan yang Terbaik
untuk Anak-Anak dan Proses Pengajaran. Seorang guru yang
hebat bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa
mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau
pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika
siswanya sudah beranjak dewasa.
e. Orangnya
Lugas dan Sederhana. Karena yang dihadapi adalah siswa bukan orang dewasa, guru
hebat selalu menyampaikan keilmuannya dengan lugas dan mudah diterima siswanya.
f. Bersahabat
dan Peduli. Guru biasa selalu mengambil jarak dengan siswa karena
menurutnya wibawa guru akan terbangun. Namun, tidak untuk guru hebat. Guru
hebat bersahabat dengan siswanya sehingga terbangun kedekatan yang akan
mempermudah berkomunikasi. Wibawa justru dibangun dari persahabatan antara
siswa dengan guru.
g. Bisa Berkomunikasi dengan Baik Orang Tua. Seorang guru
yang hebat menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka
selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam
hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya.
2. Jika diwajibkan memilih, apakah
Anda akan berupaya untuk menjadi "guru yang baik" ataukah ingin
menjadi "guru yang hebat"? Mengapa demikian? Tulislah minimal tiga
alasan yang mendasari pilihan Anda itu.
Jika diwajibkan memilih, saya akan memilih menjadi “guru
yang hebat”.
Alasannya:
a. Guru yang hebat adalah guru yang
kreatif, inovatif, inspiratif yang dapat mengelola kelas menjadi ruang yang
nyaman bagi siswa untuk mengungkapkan kreasi dan ekspresi.
b. Guru yang hebat juga dapat
menciptakan siswa yang berkepribadian mulia, berpikir kreatif dan berimajinasi
luas, cemerlang yang siap menghadapi masa depan. Guru hebat dan siswa cemerlang
adalah syarat untuk mejadikan sekolah anda menjadi sekolah super.
c. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “hebat” dapat diartikan: terlampau amat
sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, dsb). Jadi yang dimaksud kata
“hebat” di sini dapat diartikan: ampuh, sangat tinggi mutunya, terampil,
memberi pengaruh besar. Dengan kata ini, yang dimaksud guru hebat adalah guru
yang memiliki kapasitas melaksanakan semua ciri-ciri pribadi seperti yang didefinisikan itu sehingga mampu memberi dampak
sepanjang hidup pada kehidupan para siswanya.
3. Bagaimanakah
profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini? Jelaskanlah menurut
sudut pandang Anda masing-masing.
Profil ideal guru Bahasa Indonesia
di era globalisasi, yaitu:
a. Guru yang dapat membagi waktu dengan baik. Dapat membagi
waktu antara tugas utama sebagai guru dan tugas dalam keluarga, serta dalam
masyarakat. Kuncinya disiplin dengan waktu, itu sudah diperingatkan sejak
ratusan tahun yang lalu dikatakan bahwa ”Demi masa (waktu). Sesungguhnya
manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat
menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr: 1-3).
b. Guru
yang rajin membaca. Membaca tidak terikat waktu, ruang dan tempat. Tidak
terikat waktu karena membaca dapat dilakukan kapan saja, bergantung keinginan
dan waktu luang. Tidak terikat ruang karena membaca dapat dilakukan di ruang
apapun, tidak perlu ruang khusus sepanjang tidak terganggu atau mengganggu
pihak lain. Tidak terikat tempat karena membaca dapat dilakukan di tempat umum.
Kecanggihan teknologi
hendaknya dapat dimanfaatkan maksimal oleh guru, salahsatunya adalah internet.
Guru dapat memanfaatkan internet untuk mengetahui informasi dengan membaca
melalui komputer baik destop maupun laptop. Apa bila pasilitas itu masih
terlalu ribet untuk digunakan, maka dengan HP yang mempunyai pasilitas GPRS
bisa juga dimanfaatkan. Dengan cara ini lebih praktis, kita bisa membaca apa
saja yang kita perlukan, berbagai situs internet menyediakan layanan yang
sifatnya ilmu pengetahuan baik keilmuan formal maupun non formal.
c. Guru
yang banyak menulis. Menulis juga tidak terikat ruang, waktu dan tempat. Karya
tulis akan dibaca oleh banyak orang dan dapat juga dimanfaatkan oleh orang lain
sebagai sumber bacaan. Dengan seperti itu guru akan senantiasa melakukan
inovasi terhadap dunia pendidikan yang selalu bergerak dinamis. Apa bila tidak
bisa mengimbanginya tentu perkembangan jaman akan melindas dengan kejamnya.
d. guru
yang gemar melakukan penelitian. Cikal penelitian adalah adanya masalah.
Seorang peneliti tidak akan percaya masalah dapat diselesaikan tanpa
penelitian. Seorang guru akan selalu gelisah dengan prestasi dan proses belajar
peserta didiknya sehingga guru akan terus memiliki budaya meneliti.
4. Adakah
manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu?
Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya.
Manfaat yang saya peroleh setelah
membaca wacana tersebut, yaitu:
a. Mengetahui Undang-Undang dan fungsi
perundang-undangan yang menaungi seorang guru dan dosen
b. Mengetahui kewajiban yang dimiliki
oleh guru dan dosen
c. Mengetahui syarat-syarat menjadi
pendidik yang profesional