Rabu, 07 Maret 2012

Aku Butuh Bunda..


Aku tahu...
Adalah hal bodoh bila memanggil-manggil namamu saat ini
Adalah hal bodoh bila berharap aku bisa memelukmu lagi dan bersandar di pundakmu

Jasadmu yang indah telah istirahat dengan tenang di tempat terindah.
Tapi...ucapanmu yang dulu pernah kau ucapkan selalu terdengar di saat hatiku galau.

Ya,, saat ini, itu yang sedang ku rasakan.

********************************************************************************
"BIla suatu hari nanti kamu merasa suntuk dengan apa yang kau kerjakan, pergi saja ke tempat yang menyenangkan. Tinggalkan sejenak pekerjaanmu. Hibur hatimu."
********************************************************************************

Bunda...
Aku kembali merasakannya saat ini. Saat aku menulis ini.
Jenuh. Sesak di dada.
Aku ingin berlari yang jauh.
Jauh dan tak perlu kembali.
Kembali ke tempat yang selalu membuatku sesak. Sakit. Menangis.
Tak ingin aku begini.

Ya Bunda!!
Aku menangis lagi. Entah apa yang ku tangiskan??
Apa ada yang salah?? Entahlah!!
Ada sesuatu hal yang menahanku disini.
Memaku aku untuk tetap bertahan disini.
Dan memasung aku untuk tidak pergi saat ini...

Aku harus kuat. Hadapi semua ini dengan senyuman.
Tersenyum dalam tangisan. Memilukan. Menyakitkan.

Ya..tersenyum..
Tapi rasanya... untuk menarik bibirku agar tersenyum pun aku tak kuasa.
Terlalu sulit. Mudah bila diucapkan.
Karena...setiap gerakan yang tercipta dari tubuhku adalah refleksi dari otakku.
Dan apa yang terpikirkan di dalam otakku adalah sesuatu yang dirasa di hatiku.
Hatiku...bersabarlah.
Perintahkan otak untuk menggerakkan bibirku dan TERSENYUM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar