Bahasa merupakan hasil aktivitas manusia.
Maju mundurnya bahasa tergantung pada pemakainya. Kesadaran berbahasa itu tercermin
pada tanggung jawab,sikap,perasaan memiliki bahasa yang pada gilirannya
menimbulkan kemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa.
Menurut
hemat penulis, kesadaran berbahasa adalah sikap seseorang baik secara
sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama bertanggung jawab sehingga
menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan dengan demikian ia berkemauan untuk
ikut membina dan mengembangkan bahasa itu. Jadi, dengan definisi ini terdapat ciri-ciri:
· sikap terhadap bahasa dan berbahasa
· tanggung jawab terhadap bahasa dan
berbahasa
· rasa ikut memiliki bahasa
· berkemauan membina dan mengembangkan
bahasa
Orang yang hanya menguasai satu
bahasa disebut monolingual. Orang yang menguasai dua bahasa disebut
dwibahasawan, sedangkan orang yang menguasai lebih dari dua bahasa disebut
multilingual.
Tiap orang
harus disadarkan untuk bertanggung jawab terhadap bahasa ibunya dan bahasa
nasionalnya. Ciri orangyang bertanggung jawab terhadap suatu bahasa dan
pemakaian bahasa adalah:
1.
selalu
berhati-hati menggunakan bahasa
2.
tidak
merasa senang melihat orang yang mempergunnakan bahasa secaraserampangan
3.
memperingatkan
pemakai bahasa kalau ternyata ia membuat kekeliruan
4.
tertarik
perhatiannya kalau orang menjelaskan hal yang berhubungan dengan bahasa
5.
dengan
mengoreksi pemakaian bahasa orang lain
6.
berusaha
menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut
7.
bertanya
kepada ahlinya kalau menghadapi persoalan bahasa
Tanggung
jawab terhadap bahasa dan berbahasa mempunyai akibat yang mempunyai jangkauan
luas.Jangkauan untuk manusia yang akan datang dan manusia sekitar pemakaian
bahasa.Akibat sosial masa datang karena bahasa akan diwariskan kepada generasi
setelah pemakian bahasa dan akibat sosial sekitar karena bahasa bergejala antara
seorang dan orang lain.Jadi,tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa adalah
tanggung jawab vertikal dan horizontal.
Tiap bahasa
adalah penjelmaan yang unik dari suatu kebudayaan yang unik . . . (St. Takdir
Alisyahbana dalam Amran Halim I. Ed, 1976:40). Karena bahasa adalah penjelmaan
yang unik dari suatu kebudayaan, maka bahasa dipengaruhi oleh pemakai bahasa
yang pada dasarnya unik pula.
Harimurti
Kridalaksana (1978:98) mengatakan bahwa Bahasa Indonesia dipergunakan untuk
keperluan-keperluan resmi, yaitu dalam:
1. komunikasi resmi
2. wacana ilmiah
3. khotbah, ceramah dan kuliah
4. bercakap-cakap dengan orang yang
dihormati
Sikap
positif terhadap bahasa lebih banyak kita lihat dari pelaksanaan bahasa dalam
kehidupan sehari-hari oleh pemakai bahasa. Sikap positif terhadap bahasa juga
terlihat pada penampilan seseorang ketika dia menggunakan bahasa. Sikap
terhadap bahasa itu terlihat dari penghargaannya terhadap bahasa.
Sikap positif terhadap bahasa dan berbahasa menghasilkana
perasaan memiliki bahasa. Maksudnya, bahasa sudah dianggap kebutuhan pribadi
yang esensial, milik pribadi, dijaga dan diplihara.Bahasa adalah sesuatu yang
kita dapat dengan prosses belajar yang kemudian harus kita sadari bahwa itu
adalah milik kita. Untuk menanamkan rasa memiliki bahasa, orang harus bertitik
tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya pribadi. Sebab, setiap saat
kita gunakan tanpa bertanya kepada pemiliknya kalau bahasa dianggap sebagai
milik pribadi, konsekuensinya kita wajib memeliharanya.
Perasaan
memiliki bahasa menimbulkan tanggung jawab dan kegiatan untuk membina bahasa
baik melalui kegiatan pribadi atau kegiatan kelompok. Bukti kikutsertaan itu
terutama ternyata dari pemakaian bahasa yang tertib. Dengan demikian, usaha
pertama-tama sebagai bukti keikutsertaan kita dalam pembinaan bahasaialah sikap
kita kalau sedang menggunakan bahasa. Partisipasi ini penulis namakan
partisipasi informal. Selain itu, ada partisipasi yang penulis sebut partsipasi
formal. Dalam partisipasi formal terlihat usaha kita berupa kegiatan pembinaan
melalui pertemuan formal. Termasuk disini sumbangan pikiran berupa lisan atau
tertulis yang mendukung usaha pembinaan bahasa.
Tentu tidak
semua pemakai bahasa diharapkan berpartisipasi secara formal. Yang diharapkan
minimalita berpartisipasi secara informal. Dengan penuh kesadaran, kita
menggunakan bahasa secara tertib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar