1. Pendahuluan
Permendiknas nomor 22 tahun
2006 menyebutkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia
dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun
tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan bangsa
Indonesia.
Kemampuan membaca merupakan
tuntutan realitas kehidupan sehari-hari manusia. Beribu judul buku dan berjuta
koran diterbitkan setiap hari. Walaupun informasi bisa ditemukan dari media
lain seperti televisi dan radio, namun peran membaca tak dapat digantikan
sepenuhnya. Membaca tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari
karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio.
Seseorang dapat menentukan
sendiri berbagai manfaat yang dapat dirasakan ketika membaca buku. Yang paling
umum dari manfaat membaca buku adalah kita dapat belajar dari pengalaman orang
lain. Atau, dengan membaca buku, kita dapat menambah pengetahuan.
Manfaat khusus dari kegiatan
membaca adalah bahwa orang yang rajin membaca buku dapat terhindar dari
kerusakan jaringa otak di masa tua. Ini menurut riset mutakhir tentang otak.
Bahkan, secara tegas, penelitian ini menyatakan bahwa membaca buku dapat
membantu seseorang untuk menumbuhkan saraf-saraf baru di otak.
Sebelumnya ada teori bahwa
menumbukan saraf-saraf baru di otak itu hanya berlangsung dari usia dini hingga
tujuh tahun. Memang, ini benar. Namun, teori baru mengatakan hingga akhir
hayat, seorang manusia tetap mampu menumbuhkan saraf baru dan membentuk
jaringan saraf baru. Membaca salah satunya,bermanfaat untuk hal yang satu ini.
2.
Pembahasan
Sebelum mengetahui manfaat membaca, sebaiknya terlebih dahulu mengetahui
pengertian membaca. Pengertian membaca menurut beberapa pakar sebagai berikut.
“Membaca ialah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh
pembaca
untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa
tulis”
(Hodgson Tarigan, 1985:7)
“Membaca merupakan proses berpikir atau bernalar” (Thorndike 1967:127)
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa membaca adalah
proses pengucapan tulisan untuk mendapatkan isinya. Pengucapan tidak selalu
dapat didengar, misalnya membaca dalam hati. Jadi, membaca merupakan salah satu
keterampilan berbahasa, proses aktif, bertujuan,
serta memerlukan strategi tertentu sesuai dengan tujuan dan jenis membaca.
Sedangkan manfaat membaca Menurut Jordan E. Ayan adalah “untuk memicu daya
kreativitas”.
Pendapat saya, salah satu tujuan terpenting membaca adalah mengorbankan gagasan
dan upaya kreatif. Peristiwa membaca yang terbaik pada hakikatnya adalah siklus
hidup mengalirnya ide pengarang ke dalam diri kita, dan pada gilirannya ide
kita mengalir balik ke seluruh penjuru dunia dalam bentuk benda yang kita hasilkan,
pekerjaan yang kita lakukan, dan orang-orang yang terkait dengan kita.
Beberapa manfaat membaca, yang berdampak bagi perkembangan sebagian besar jenis
kecerdasaan, diantaranya adalah:
1. Membaca
Merupakan Proses Mental Secara Aktif. Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak idiot (TV, Plasystation,
dll), membaca membuat kita menggunakan otak kita. Ketika membaca, akan dipaksa
untuk memikirkan banyak hal yang belum diketahui. Dalam proses ini, akan
menggunakan sel abu-abu otak untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.
2. Membaca Akan
Meningkatkan Kosakata. Dapat
belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum diketahui)
dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama
yang menantang, akan menampakkan begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya
belum diketahui.
3. Membaca Akan
Meningkatkan Konsentrasi dan Focus. Bisa fokus terhadap buku yang sedang dibaca untuk
waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi
potongan kecil informasi, buku akan menceritakan keseluruhan cerita. Oleh sebab
itu, perlu berkonsentrasi untuk membaca.
4. Membangun
Kepercayaan Diri. Semakin
banyak yang dibaca, semakin banyak pengetahuan yang didapatkan. Dengan
bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini
merupakan reaksi berantai. Jika sudah menjadi seorang pembaca yang baik,
orang-orang akan mencari kita untuk menemukan suatu jawaban. Perasaan
terhadap diri sendiri akan semakin baik.
5. Membangun
Kepercayaan Diri. Banyak
penelitian yang menunjukkan bahwa jika tidak menggunakan memori, bisa
mengakibatkan kehilangan memori tersebut. Teka-teki silang adalah salah satu
contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun
bukan sebuah permainan, akan membantu meregangkan “otot” memori dengan cara
yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar
pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita.
6. Meningkatkan
Kedisplinan. Mencari
waktu untuk membaca adalah sesuatu yang sudah diketahui untuk dilakukan. Namun,
siapa yang membuat jadwal untuk membaca buku setiap harinya? Hanya sedikit
sekali. Karena itulah, menambahkan aktivitas membaca buku ke dalam jadwal
harian dan berpegang dengan jadwal tersebut akan meningkatkan kedisiplinan.
7. Meningkatkan
Kretivitas. Membaca
tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri terhadap ide dan informasi
baru akan membantu perkembangan sisi kreatif otak, karena otak akan menyerap
inovasi tersebut ke dalam proses berfikir.
8. Mengurangi
Kebosanan. Jika
ingin memecahkan rasa malas yang monoton, dan kehidupan yang tidak kreatif dan
membosankan, maka pergi dan ambillah satu buku yang menarik. Bukalah
halaman-halamannya dan jelajahi dunia baru yang penuh dengan informasi dan
kecerdasan.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar