Senin, 02 April 2012

MANFAAT MEMBACA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH


1.  Pendahuluan
Permendiknas nomor 22 tahun 2006 menyebutkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan bangsa Indonesia.

Kemampuan membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari-hari manusia. Beribu judul buku dan berjuta koran diterbitkan setiap hari. Walaupun informasi bisa ditemukan dari media lain seperti televisi dan radio, namun peran membaca tak dapat digantikan sepenuhnya. Membaca tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio.

Seseorang dapat menentukan sendiri berbagai manfaat yang dapat dirasakan ketika membaca buku. Yang paling umum dari manfaat membaca buku adalah kita dapat belajar dari pengalaman orang lain. Atau, dengan membaca buku, kita dapat menambah pengetahuan.

Manfaat khusus dari kegiatan membaca adalah bahwa orang yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringa otak di masa tua. Ini menurut riset mutakhir tentang otak. Bahkan, secara tegas, penelitian ini menyatakan bahwa membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan saraf-saraf baru di otak.

Sebelumnya ada teori bahwa menumbukan saraf-saraf baru di otak itu hanya berlangsung dari usia dini hingga tujuh tahun. Memang, ini benar. Namun, teori baru mengatakan hingga akhir hayat, seorang manusia tetap mampu menumbuhkan saraf baru dan membentuk jaringan saraf baru. Membaca salah satunya,bermanfaat untuk hal yang satu ini.

     2. Pembahasan
            Sebelum mengetahui manfaat membaca, sebaiknya terlebih dahulu mengetahui pengertian membaca. Pengertian membaca menurut beberapa pakar sebagai berikut.


               “Membaca ialah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca 
            untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis”
               (Hodgson Tarigan, 1985:7)

           

               “Membaca merupakan proses berpikir atau bernalar” (Thorndike 1967:127)


            Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses pengucapan tulisan untuk mendapatkan isinya. Pengucapan tidak selalu dapat didengar, misalnya membaca dalam hati. Jadi, membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa, proses aktif, bertujuan, serta memerlukan strategi tertentu sesuai dengan tujuan dan jenis membaca.

            Sedangkan manfaat membaca Menurut Jordan E. Ayan adalah “untuk memicu daya kreativitas”.
            Pendapat saya, salah satu tujuan terpenting membaca adalah mengorbankan gagasan dan upaya kreatif. Peristiwa membaca yang terbaik pada hakikatnya adalah siklus hidup mengalirnya ide pengarang ke dalam diri kita, dan pada gilirannya ide kita mengalir balik ke seluruh penjuru dunia dalam bentuk benda yang kita hasilkan, pekerjaan yang kita lakukan, dan orang-orang yang terkait dengan kita.
            Beberapa manfaat membaca, yang berdampak bagi perkembangan sebagian besar jenis kecerdasaan, diantaranya adalah:
1. Membaca Merupakan Proses Mental Secara Aktif. Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak idiot (TV, Plasystation, dll), membaca membuat kita menggunakan otak kita. Ketika membaca, akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang  belum diketahui. Dalam proses ini, akan menggunakan sel abu-abu otak untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.
2. Membaca Akan Meningkatkan Kosakata. Dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum diketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum diketahui.
3. Membaca Akan Meningkatkan Konsentrasi dan FocusBisa fokus terhadap buku yang sedang dibaca untuk waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi potongan kecil informasi, buku akan menceritakan keseluruhan cerita. Oleh sebab itu, perlu berkonsentrasi untuk membaca.
4. Membangun Kepercayaan Diri. Semakin banyak yang dibaca, semakin banyak pengetahuan yang didapatkan. Dengan bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini merupakan reaksi berantai. Jika sudah menjadi seorang pembaca yang baik, orang-orang akan mencari kita untuk  menemukan suatu jawaban. Perasaan terhadap diri sendiri akan semakin baik.
5. Membangun Kepercayaan Diri. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika tidak menggunakan memori, bisa mengakibatkan kehilangan memori tersebut. Teka-teki silang adalah salah satu contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun bukan sebuah permainan, akan membantu meregangkan “otot” memori dengan cara yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita.
6. Meningkatkan Kedisplinan. Mencari waktu untuk membaca adalah sesuatu yang sudah diketahui untuk dilakukan. Namun, siapa yang membuat jadwal untuk membaca buku setiap harinya? Hanya sedikit sekali. Karena itulah, menambahkan aktivitas membaca buku ke dalam jadwal harian dan berpegang dengan jadwal tersebut akan meningkatkan kedisiplinan.
7. Meningkatkan Kretivitas. Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri terhadap ide dan informasi baru akan membantu perkembangan sisi kreatif otak, karena otak akan menyerap inovasi tersebut ke dalam proses berfikir.
8. Mengurangi Kebosanan. Jika ingin memecahkan rasa malas yang monoton, dan kehidupan yang tidak kreatif dan membosankan, maka pergi dan ambillah satu buku yang menarik. Bukalah halaman-halamannya dan jelajahi dunia baru yang penuh dengan informasi dan kecerdasan.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar